Wawancara dengan Dr. Rody G. Sy tentang Insomnia Kronis
Insomnia, beserta metode untuk membantu individu berusia di atas 35 tahun yang menderita insomnia kronis mendapatkan tidur nyenyak selama 7-8 jam setiap malam tanpa khawatir kesulitan tertidur atau bangun terlalu pagi.
Kami beruntung bisa bertemu dan mewawancarai Dr. Rody G. Sy saat beliau sedang mengajar di Rumah Sakit Manila Doctors.
Reporter:
Dokter, sebagai dokter dengan 40 tahun pengalaman di departemen neurologi dan seorang profesor yang meneliti insomnia, menurut Anda apa alasan tingginya tingkat insomnia di Indonesia?
- Dr. Rody G. Sy:
Saya merasa sangat sedih dan prihatin mengetahui bahwa Indonesia memiliki tingkat insomnia kronis tertinggi kedua di dunia, tepat di bawah China. Beberapa alasan objektif yang menyebabkan situasi ini
Dampak Bencana Alam: Letak geografis Indonesia yang unik berkontribusi signifikan terhadap insomnia kronis. Sebagai negara yang sering dilanda bencana alam seperti topan dan gempa bumi, masyarakat Indonesia tidak hanya menderita kerugian langsung tetapi juga menanggung stres dan ketidakamanan yang berkepanjangan.
Tingginya Proporsi Orang Dewasa Lanjut Usia: Orang dewasa yang lebih tua sangat rentan terhadap insomnia kronis, yang sangat mengkhawatirkan saya. Setelah usia 35 tahun, tubuh manusia mengalami banyak perubahan fisiologis, psikologis, dan sosial yang dapat berdampak negatif pada kualitas tidur.
Tekanan Ekonomi: Dengan tingkat kemiskinan yang masih tinggi, banyak warga Indonesia bekerja berjam-jam atau melakukan banyak pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan. Para pekerja ini sering menghadapi kekhawatiran finansial, masalah ketahanan pangan, dan biaya pendidikan anak, sehingga sulit bagi pikiran mereka untuk cukup rileks demi mendapatkan tidur yang berkualitas.
Gaya Hidup Tidak Sehat: Penggunaan perangkat elektronik yang berlebihan di malam hari, konsumsi kopi atau minuman berkafein yang berlebihan, dan kebiasaan tidak sehat lainnya juga merupakan pemicu yang umum terjadi.
Kurangnya Kesadaran Tentang Pentingnya Tidur: Banyak orang tidak memandang tidur sebagai bagian penting dari kesehatan mereka secara keseluruhan, sehingga mereka mengabaikan tanda-tanda insomnia kronis atau menunda untuk mencari perawatan yang tepat.
Metode Pengobatan yang Kurang Tepat: Bahkan hingga saat ini, banyak dokter dan apotek hanya merekomendasikan obat tidur atau langkah-langkah sementara seperti minum teh atau berlatih yoga. Meskipun ini mungkin memberikan kelegaan jangka pendek, hal tersebut pada akhirnya memperpanjang kondisi dan meningkatkan biaya pengobatan bagi pasien.
Reporter:
Itu adalah alasan objektif secara umum bagi setiap orang, tetapi bagaimana dengan gejala individu yang dialami oleh masing-masing orang ketika menderita kondisi tersebut?
Dr. Rody G. Sy:
Karena setiap orang memiliki tubuh dan kondisi kesehatan yang mendasarinya berbeda-beda, silakan periksa gejala-gejala berikut ini pada diri Anda:
Kesulitan tertidur: Mengalami kesulitan untuk mulai tidur atau membutuhkan waktu lama untuk bisa tertidur.
Terbangun di malam hari: Terbangun berkali-kali di malam hari dan tidak dapat tidur kembali.
Bangun terlalu pagi: Bangun terlalu pagi dan tidak bisa tidur kembali.
Tidur tidak nyenyak: Mengalami tidur yang dangkal, mudah terbangun oleh suara bising atau cahaya
Merasa lelah: Merasa lelah dan kelelahan di pagi hari meskipun sudah cukup tidur.
Perubahan suasana hati: Merasa mudah marah, cemas, atau depresi.
Berkurangnya konsentrasi: Mengalami kesulitan berkonsentrasi, mengingat sesuatu, atau membuat keputusan.
Kantuk di siang hari: Mengalami rasa kantuk atau lesu di siang hari, yang memengaruhi aktivitas sehari-hari
Sakit kepala: Sering mengalami sakit kepala, terutama di pagi hari.
Masalah pencernaan: Mengalami gejala seperti gangguan pencernaan atau ketidaknyamanan perut akibat stres dan kecemasan.
Aritmia: Mungkin merasa jantung berdetak cepat atau tidak teratur.
Jika Anda memiliki 2 dari gejala yang saya sebutkan di atas, Anda 100% kemungkinan menderita insomnia kronis. Jangan lengah, insomnia jauh lebih berbahaya dari yang Anda kira. Segera cari cara untuk mengobatinya.
Reporter:
Really? If that's the case, then I must have chronic insomnia as well. I find it very difficult to fall asleep at night, and when I do manage to sleep, I wake up very early and can't fall back asleep. It leaves me feeling tired and irritable.
Dr. Rody G. Sy:
That's right, have you used any methods to treat your insomnia?
Reporter:
I went to a small pharmacy near my house, and the pharmacist told me that insomnia isn't dangerous and gave me a bottle of sleeping pills called "Unisom." Iām still using it daily.